Langsung ke konten utama

Terapkan SKB 4 Menteri, SDN 3 Pontianak Telah Menggelar Sekolah Tatap Muka Secara Terbatas

 

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Ilmu pengetahuan haruslah diberikan dan diajarkan sejak usia dini mungkin agar mereka bisa mendapatkan bekal untuk masa depannya. Mereka haruslah mendapatkan ilmu pengetahuan yang terbaik dan berkualitas agar bisa mewujudkan cita-citanya. Karena setiap anak pasti memiliki cita cita yang ingin mereka wujudkan di masa mendatang.

Pandemi covid-19 melanda seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Seluruh sektor terkena imbasnya. Semua harus dilakukan secara terbatas sehingga semuanya terhambat dan tidak bisa maksimal seperti sedia kala. Termasuk di sektor pendidikan, seluruhnya harus menggunakan sistem pembelajaran yang mengharuskan pendidik dan pelajar bertemu dalam suatu room meeting atau pertemuan secara online. Sehingga seluruh komponen pendidikan tidak perlu bertemu disebuah ruangan atau tempat atau kelas seperti halnya yang dilakukan disaat sebelum pandemi covid-19 melanda.

Namun, sudah satu tahun lebih pandemi covid-19 ini melanda Indonesia dan dunia serta tidak tahu kapan akan berakhir dari pandemi ini. Tidak ada yang bisa memastikan secara pasti kapan akan berakhir. Namun, melihat kenyataan yang terjadi bahwa sistem pembelajaran jarak jauh kurang efektif digunakan dalam belajar. Karena seluruh aktivitas belajar mengajar sangat efektif jika seorang pendidik bertemu secara langsung dengan pelajarnya.

Sehingga melihat kurang efektifnya hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beserta Kemendikbud telah memberikan lampu hijau atau izin kepada setiap sekolahan yang akan membuka sekolah tatap muka. Dan bagi Nadiem Makarim, setiap sekolah di daerah manapun haruslah segera membuka sekolah tatap muka agar proses belajar mengajar lebih cepat untuk efektif.

Namun ternyata sekolah di Indonesia belum sepenuhnya bisa membuka sekolah tatap muka, hal tersebut dibuktikan dengan ungkapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berdasarkan data Unicef Education 2020, Indonesia menjadi satu dia antara empat negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang hingga kini belum melalukan pembelajaran tatap muka. Sekitar 85 persen negara di Asia Timur dan Pasifik, lanjut Nadiem, telah melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh, antara lain Vietnam, RTT, Kamboja dan Laos. Menurutnya, pembelajaran tatap muka harus dilakukan setelah semua guru mendapatkan vaksinasi Covid-19. Pasalnya, PJJ berkepanjangan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang negatif, seperti putus sekolah, penurunan capaian belajar hingga kekerasan pada anak dan risiko eksternal lainnya.

"Di Indonesia muncul tren anak putus sekolah, penurunan pencapaian pembelajaran, di mana akses dan kualitas pembelajaran tidak tercapai dan menimbulkan kesenjangan ekonomi lebih besar," kata Nadiem Makarim dalam paparan SKB 4 Menteri yang disiarkan langsung di kanal Youtube Kemendikbud pada hari Selasa 30 Maret 2021.

Guna meminimalisir dampak PJJ berkepanjangan, Pemerintah umumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Melalui SKB 4 Menteri tersebut, pemerintah mendorong akselerasi (percepatan) pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Walaupun sistem pembelajaran tatap muka menjadi pilihan yang bisa diterapkan pada tahun ajaran baru esok, tapi saat ini sudah ada beberapa sekolah yang telah menerapkan sekolah tatap muka di daerahnya. Contohnya ialah SDN 3 Pontianak yang telah menggelar Sekolah tatap muka dengan tetap menerapkan protokol keshetanyang berlaku.

Ada sejumlah praktik baik yang dibagikan terkait persiapan dan pelaksanaan PTM yang dapat dicontoh satuan pendidikan lain, serta menjadi gambaran bagi orangtua. Dalam PTM terbatas, siswa di SD Negeri 3 Pontianak Selatan tidak masuk sekolah setiap hari ataupun berada di sekolah dari pagi hingga siang seperti sebelum masa pandemi. Siswa akan lebih dulu dibagi dalam kelompok belajar. Pembagian dilakukan seperti anjuran pemerintah, yaitu maksimal 50 persen kapasitas per kelas, sehingga dalam 1 kelas terdapat 2 kelompok belajar. Masing-masing kelompok belajar melakukan PTM terbatas hanya sebanyak 2 kali dalam 1 minggu yang mana siswa dengan nomor absen 1-16 masuk di hari Senin dan Rabu. Sementara siswa dengan nomor absen 17-32 masuk di hari Selasa dan Kamis. Satu kali PTM terbatas, siswa akan dibagi ke dalam rombongan belajar (rombel) dan hanya sekolah selama 3 jam, yakni dari pukul 07.00-10.00 WIB. Karena setiap kelompok belajar melakukan 2 kali pertemuan dalam 1 minggu, maka setiap siswa melakukan PTM terbatas sebanyak 6 jam dalam 1 minggunya.

Lalu, jam masuk dibuat selang-seling (dengan jeda beberapa menit) tiap kelas agar ketika pulang tidak terjadi kerumunan siswa. PTM juga masih dikombinasikan dengan PJJ. PJJ dilakukan secara daring melalui Whatsapp Group untuk memberikan materi kepada kelompok belajar yang pada hari tersebut tidak giliran masuk ke sekolah serta untuk memberikan dan mengumpulkan tugas. Pembahasan tugas dilakukan melalui PTM terbatas bagi siswa yang dapat giliran masuk sekolah dan lewat zoom bagi yang giliran PJJ. Sedangkan hari Jumat dipakai untuk melakukan evaluasi PTM terbatas di tiap minggunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30+ Nama - Nama Kucing Jantan dan Betina Paling Populer!

30+ Nama - Nama Kucing Paling Populer! - Selamat malam sobat pembaca. Kali ini saya akan membagikan informasi seputar hobi saya akhir-akhir ini. Ya! bener sekarang saya lagi hobi-hobinya memelihara kucing. Mungkin suatu saat saya bisa menceritakan hobi saya yang satu ini ke pembaca semua disini ya! Nama nama kucing yang saya bagikan dibawah ini merupakan nama-nama asing (bahasa asing) yaitu diantaranya nama kucing korea, nama kucing jepang, nama kucing orang bule, nama nama kucing dibawah ini juga bisa digunakan untuk kucing jantan maupun kucing betina ya! Nah tidak berpanjang kata, berikut ini saya akan bagikan 30+ Nama - Nama Kucing Jantan dan Betina Paling Populer ! Saya jamin kalian akan tertarik!\ Alex Grady Olly Alfie Grayson Pax Alonzo Grizzly Pierre Antonio Harry Piers Apollo Hector Prince Austin Homer Richard Bear HughKuro neko (black cat) Hai (ashes) Sumōkī (smoky) Yami (dark) Karasu (raven) Daku (also dark) Kage (shadow) Kuromai (black rice) Kazan (volcano) Makkuro (inky) Ma

Jangan Duakan kami, Mendua itu tidak baik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebelumnya telah resmi akan membuka pendaftaran untuk pengangkatan 1 juta Guru Honorer, menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) di tahun 2021. Sebelum lanjut jauh kedepan perlu kita ketahui sejatinya apa itu PPPK. PPPK merupakan pegawai dengan perjanjian kerja dengan kontrak minimal 1 tahun dan bisa diperpanjang maksimal hingga 30 tahun. Sedangkan PNS merupakan pegawai tetap. PPPK tidak perlu memulai karier dari bawah, mereka dapat langsung bisa dapat jabatan tertinggi dengan lelang jabatan ataupun penunjukan langsung, menjadi PPPK tidak ada batasan maksimal usia, usia berapapun bisa diangkat menjadi PPPK. Berikut beberapa keuntungan PPPK: 1. Multi level entry Tidak seperti PNS yang harus meniti karier dari jenjang jabatan terendah, PPPK dapat masuk melalui jenjang tertentu bahkan bisa langsung pada jenjang tertinggi pada jabatan yang dibutuhkan oleh organisasi sesuai kriteria jabatan yang ditentukan dalam

Simak Mekanisme dan Besaran dari KJP Plus yang akan diberikan Pemerintah Jakarta

Pandemi covid-19 belumlah berakhir, seluruh aktivitas kita menjadi terhambat dan dibatasi. Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan seluruh pekerjaan maupun pembelajaran di rumah saja atau istilah familiarnya yaitu WFH (Work From Home). Bagi sebagian orang, mereka bisa untuk bekerja di rumah saja karena pekerjaan mereka yang bisa dijadikan online. Namun bagaimana nasib sebagian orang lainnya yang hanya bisa bekerja diluar? Akan susah bagi mereka untuk melakukan hal tersebut.  Mengapa sebagian orang tersebut harus terus menjalani pekerjaannya? Ya karena ada keluarga yang harus mereka hidupi. Serta ada anak yang harus mereka biayai agar bisa selalu mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Namun, terkadang ada dari keluarga tersebut yang hanya bisa memenuhi kebutuhan kesehariannya saja, dan tak bisa memenuhi kebutuhan atau biaya sekolah anaknya. Imbasnya ialah, anaknya tidak bisa dan tak dapat sekolah yang layak dan berkualitas. Melihat dari fenomena tersebut